Batik Mangrove (bakau) atau yang
dikenal dengan Batik "SeRU" (Seni batik Mangrove Rungkut) berawal
dari keprihatinan salah satu warga Surabaya, Ibu Lulut Sri Yuliani atas
rusaknya lingkungan yang ada di kawasan konservasi pantai Timur Surabaya. Kondisi
tersebut membuat beliau tergerak hatinya untuk melakukan tindakan pencegahan
penebangan mangrove secara liar dengan kampanye lingkungan, mengenalkan
pentingnya mangrove kepada masyarakat. Salah satunya caranya yaitu dengan
batik, karena dinilai cara ini paling efektif dari pada cara lainnya. Seiring
dengan berjalannya waktu Batik Mangrove kian banyak peminatnya sehingga
dibutuhkan galeri untuk membantu sarana mengkomunikasikan karya batik ini ke
masyarakat luas. Desain galeri Batik Mangrove berkonsep sebagai sarana hiburan
edukasi tentang mangrove sehingga dilengkapi dengan fasilitas workshop
membatik, kafe dan media pengenalan mangrove. Desain interior galeri mengambil
tema Mangrove. Tema ini dipilih untuk menguatkan karakter mangrove sesuai
dengan produk yang ada di galeri ini. Penerapan tema ini pada interior
peracangan untuk mengenalkan mangrove kepada masyarakat yang juga merupakan
tujuan dari batik mangrove. Oleh karena itu diharapkan desain interior galeri
Batik Mangrove sebagai sarana edukasi tentang mangrove dan memberikan suatu
manfaat bagi lingkungan, budaya dan masyarakat. Metode desain yang digunakan
meliputi pengumpulan data yang dilaksanakan secara langsung maupun tidak
langsung. Survey dan pengamatan langsung ke lapangan untuk mengetahui apa yang
dibutuhkan dalam galeri batik dan aktivitas membatik serta pengenalan mangrove
lebih dalam lagi. Selain itu juga dilakukan wawancara kepada pencetus Batik
Mangrove dan beberapa konsumen batik untuk mengetahui desain galeri yang
diharapkan. Sedangkan studi pustaka, majalah, dan internet mengenai galeri
batik, nuansa interiornya, dan merupakan cara untuk mendapatkan data
pembanding, standart perancangan, perkembangan desain dan referensi tentang
obyek yang diperlukan. Langkah selanjutnya melakukan analisa terhadap elemen-elemen
pembentuk ruang pada interiornya, sehingga didapatkan sebuah konsep. Hasil yang
diharapkan dari desain interior ini adalah merancang desain interior galeri
Batik Mangrove sabagai sarana hiburan edukasi tentang mangrove yang bisa
bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sumber : http://digilib.its.ac.id


0 komentar: